Di Kantor PBB, Gamelan Indonesia Jadi Simbol Kerja Sama Multilateral

Jenewa, 8 April 2019: “Gamelan bukan hanya merupakan sebuah bentuk seni tradisional, namun secara lebih mendasar lagi, mencerminkan filosofi bangsa Indonesia yang terkait dengan semangat perdamaian, harmoni dan toleransi dalam persatuan" ungkap Wakil Tetap RI di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, dalam sambutannya pada pembukaan lokakarya Gamelan di Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa berjudul ´The Gamelan: A Collaborative Musical Workshop

Lokakarya gamelan ini diselenggarakan atas kerja sama antara PTRI Jenewa dengan Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa, serta sekolah musik Un, Deux, Trois, Musiques di Sion, serta Université de Genève dan Haute École de Musique de Genève di Jenewa, Swiss (5/4).

Lebih lanjut, Dubes Hasan Kleib menyampaikan makna kerja sama dan harmoni yang dihasilkan dalam musik Gamelan juga mencerminkan semangat kerja sama multilateralisme yang Indonesia majukan di forum PBB dan Organisasi Internasional lainnya. Ditegaskannya bahwa para pemain gamelan harus saling mendengarkan dan bertoleransi antar mereka untuk menciptakan suatu harmoni yang diharapkan. Tanpa kerja sama antar-instrumen atau antar-negara, maka PBB tidak akan berhasil menangani persoalan global dan harmoni hubungan antar-bangsa sebagaimana mandat Piagam PBB.   

Sementara Direktur Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa, Mr. Francesco Pisano, dalam kata pembukaannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dengan PTRI Jenewa dan menegaskan  bahwa lokakarya gamelan ini merupakan kolaborasi pertama program Knowledge and Learning Commons Perpustakaan Kantor PBB di Jenewa dengan Perutusan Tetap asing untuk PBB di Jenewa, Swiss.

Sekitar 70 peserta, yang terdiri dari staf Kantor PBB, pejabat diplomatik, serta para murid sekolah musik di Jenewa, menghadiri lokakarya gamelan. Lokakarya berlangsung selama 3 jam dan terbagi atas 2 sesi di mana 30 peserta berkesempatan untuk memainkan gamelan secara langsung. Peserta juga berkesempatan mencicipi kudapan khas Indonesia seperti klepon, arem-arem, dan risoles. (Sumber: PTRI Jenewa)